Untuk melindungi diri dari cuaca yang panas atau saat hujan dibutuhkan alat atau barang yang bisa melindungi tubuh yaitu payung. Benda yang sudah banyak tersedia di toko online ini memiliki bentuk yang beragam mulai dari bentuk lipat, besar dengan bahan dari kanvas, dari plastik ataupun yang sudah dilengkapi dengan menggunakan design seperti karakter kartun untuk menarik perhatian anak agar mau membawa dan menggunakan barang tersebut.

 

Ada 7 hal unik seputar umbrella yang harus diketahui. Pertama adalah pertama kali dipergunakan di China yaitu pada tahun 21 masehi. Negeri Tiongkok tersebut adalah negara pertama yang menggunakan alat yang fungsinya untuk melindungi tubuh. Awalnya benda ini hanya dipergunakan untuk melindungi penggunanya dari terik matahari namun negara China akhirnya membuat dan menggunakan payung tersebut yang fungsinya juga sebagai pelindung dari hujan. Alat yang terbuat dari kertas tersebut diberi lilin dan lak untuk membuat agar kertas yang digunakan tersebut bisa anti air. Perkembangan pesat benda ini terjadi saat zaman kekuasaan kekaisaran Romawi dan muncul lagi di zaman Renaissance setelah hilang di abad pertengahan.

 

Kedua adalah pengguna awal adalah wanita. Umbrella di zaman kuno identik dengan simbol feminitas sehingga jika ada pria yang menggunakan benda tersebut, maka pria tersebut dianggap sebagai kewanita-wanitaan atau ‘melambai’. Namun, hal tersebut berubah saat Jonas Hanway (1712-1786), seorang pendiri Magdalen Hospital, Inggris yang juga merupakan petualang dan penulis asal Persia mempergunakan benda tersebut kemanapun ia pergi sehingga banyak pria yang akhirnya menggunakan benda pelindung dari matahari dan hujan tersebut.

 

Ketiga adalah penggunaan di Eropa. Payung (link ke https://www.bukalapak.com/c/rumah-tangga/payung ) menjadi popular digunakan di Eropa pada abad ke-16 dimana saat itu terutama di Eropa Utara kerap turun hujan. Kala itu, benda tersebut hanya dipergunakan wanita hingga Jonas Hanway menggunakannya. Di Inggris, benda tersebut disebut sebagai teman jalan. Di Eropa, benda pelindung tersebut terbuat dari bahan kayu atau tulang paus yang ditutup kanvas yang diberi minyak. Gagang terbuat dari jenis kayu keras seperti eboni. Kemudian di tahun 1852, Samuel Fox menggunakan rangka besi untuk penyangganya dan sejak saat itu, teknik design alat tersebut berfokus dengan teknologi atau cara menutup atau melipat payung agar mudah dibawa.

 

Kelima adalah jenis yang dipatenkan lebih dari 3 ribu buah. Di Amerika, terdapat lebih dari 3000 jenis umbrella yang dipatenkan dengan design yang beragam mulai dari yang dilengkapi tali agar bisa dipergunakan untuk membawa hewan peliharaan seperti anjing berjalan-jalan, ataupun yang bisa terbang. Keenam adalah produsen terbanyak ada di China. Di China, 30% jumlah produksi benda pelindung dari panas dan hujan ini ada di Songxia dan setidaknya ada 1000 pabrik yang memproduksi benda tersebut yang memiliki jenis yang beragam salah satunya adalah yang dipergunakan untuk pernikahan.

 

Fakta unik ketujuh seputar payung yang harus Anda ketahui adalah umbrella sebagai simbol status sosial. Pada jaman dahulu, benda yang dikenal dengan nama songsong dala, budaya kerajaan jawa ada 3 jenis yaitu gilap gubeng untuk pangeran, bawat dan agung. Dahulu seperti di Keraton Kasunanan Surakarta di masa pemerintahan Pakubuwono IV, benda yang disimbolkan sebagai simbol kemakmuran ini hanya digunakan di area keraton dan hanya untuk keluarga raja bergelar pangeran. Di buku Upacara Labian Kesultanan Yogyakarta, setiap keturunan raja punya songsong dengan bentuk sama dan yang membedakannya hanya warna dan streep. Warna paling tinggi adalah emas/kelir dan warna terendah adalah hitam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here